Bazaar Hari Pangan Sedunia 2026 di Jambi, Angkat Produk Lokal dan Perkuat Ketahanan Pangan
SRTV Jambi-Bazaar yang menghadirkan beragam bahan kebutuhan pokok, makanan tradisional, hasil pertanian, hingga produk usaha masyarakat turut mewarnai puncak peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026 tingkat Dekanat Jambi di Gereja Katolik Paroki Santo Gregorius Agung, Jalan Lingkar Barat I Km 10, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan bazaar ini menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan HPS yang berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu, 23–25 Oktober 2026. Selain menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai produk pangan, bazaar tersebut juga menghadirkan kesempatan untuk memperkenalkan potensi hasil pertanian, kuliner tradisional, serta produk usaha lokal.
Melalui kegiatan ini, semangat Hari Pangan Sedunia tidak hanya diwujudkan dalam perayaan dan refleksi bersama, tetapi juga melalui aktivitas ekonomi yang mendekatkan produk pangan kepada masyarakat.

Kehadiran berbagai produk kebutuhan sehari-hari dan hasil olahan masyarakat mencerminkan pentingnya keterlibatan pelaku usaha serta komunitas dalam mendukung ketahanan pangan. Di sisi lain, bazaar menjadi sarana untuk menumbuhkan apresiasi terhadap produk lokal yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Puncak peringatan HPS 2026 turut dihadiri Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.KM. Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu agenda strategis nasional yang membutuhkan dukungan dan kerja sama pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurut Maulana, pemerintah bertanggung jawab memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam jumlah yang cukup, berkualitas, serta terjangkau oleh masyarakat.
“Pemerintah bertanggung jawab memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok masyarakat dalam jumlah yang cukup dan dengan harga terjangkau serta kualitas terbaik. Selain itu, masyarakat dapat mengaksesnya dengan cepat,” ujar Maulana.
Ia juga mengapresiasi gerakan ekologis umat Katolik yang mendukung ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan. Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Jambi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, akan terus memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi lokal, kerja sama dengan daerah produsen, menjaga pasokan, memperkuat daya beli masyarakat, serta melakukan pengendalian pangan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Maulana juga menyerahkan secara simbolis bibit tanaman hortikultura dan bibit buah kepada perwakilan penerima. Bantuan tersebut diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman produktif guna memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Related Articles