Merajut Asa di Bumi Sembilan Lurah: Ketika SMAN 2 Kota Jambi Menyalakan Asa dan Mengikis Perundungan

Pendidikan 10 Aug 2026 18:29 2 min read 18 views By Bembenk

Share berita ini

Merajut Asa di Bumi Sembilan Lurah: Ketika SMAN 2 Kota Jambi Menyalakan Asa dan Mengikis Perundungan
SRTV Jambi-Di balik dinding-dinding kelas yang menyimpan tawa dan air mata, SMAN 2 Kota Jambi tidak sekadar mengajarkan ilmu tentang dunia, tetapi juga merajut kembali arti kemanusiaan yang utuh. Melalui sebuah kegiatan inspiratif bertajuk “Pencegahan Bullying dengan Mengembangkan Diri, Membangun Mindset Produktif, dan Membentuk Kepribadian yang Mandiri,”

SRTV-Halaman SMAN 2 Kota Jambi mendadak terasa lebih hangat dari biasanya. Di balik dinding-dinding sekolah yang menjadi saksi bisu perjalanan ribuan mimpi remaja, ratusan pasang mata tampak berbinar, menyimak setiap patah kata yang terucap dari panggung. Hari itu, sekolah bukan sekadar tempat menimba rumus dan teori, melainkan ruang suci untuk merajut kembali arti kemanusiaan, keberanian, dan masa depan.

Melalui sebuah kegiatan inspiratif bertajuk “Pencegahan Bullying dengan Mengembangkan Diri, Membangun Mindset Produktif, dan Membentuk Kepribadian yang Mandiri,” SMAN 2 Kota Jambi menggelar sebuah gerakan kultural yang menyentuh akar terdalam jiwa remaja: bagaimana mengenaliharga diri, meruntuhkan rantai perundungan, dan berani melangkah menembus batas cakrawala dunia.

Ada yang berbeda dari cara SMAN 2 Kota Jambi memandang isu perundungan kali ini. Alih-alih sekadar memberikan larangan kaku, para siswa diajak untuk memahami bahwa tindakan bullying kerap lahir dari kehampaan diri dan ketiadaan arah hidup.

Ketika seorang remaja disibukkan dengan mimpi-mimpi besar, ketika waktunya diisi dengan hal-hal produktif, dan ketika ia menghargai proses pertumbuhan dirinya, maka ruang untuk menyakiti sesama akan dengan sendirinya tertutup rapat.

"Masa sekolah bukan sekadar tentang mengejar angka-angka di atas selembar rapor akademik. Lebih dari itu, masa sekolah adalah tentang membangun keberanian untuk bermimpi, mencoba, jatuh, bangkit kembali, dan mempersiapkan diri menyongsong masa depan."

Pesan tersebut menggema kuat di hati setiap siswa yang hadir. Mereka diajak untuk melihat bahwa melangkah keluar dari zona nyaman, bahkan bermimpi untuk menempuh pendidikan lintas negara lewat program pertukaran pelajar, bukanlah hal yang mustahil asalkan ada kemauan untuk menempa diri menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter.

SRTV Jambi

Recent Articles

Popular Articles