Persatuan Pasundan Jambi (PPJ): Eksistensi, Kontribusi Budaya, dan Ketahanan Pangan Keturunan Sunda di Tanah Jambi

Budaya 18 Aug 2026 19:31 2 min read 10 views By Kang Maman

Share berita ini

Persatuan Pasundan Jambi (PPJ): Eksistensi, Kontribusi Budaya, dan Ketahanan Pangan Keturunan Sunda di Tanah Jambi
SRTV Jambi- Persatuan Pasundan Jambi (PPJ) menegaskan komitmennya sebagai rumah besar bagi seluruh warga Jambi keturunan Sunda. Hal itu ditunjukkan melalui penampilan spektakuler dalam Pawai Budaya HUT ke-81 RI, Selasa (18/08/2026), dengan menurunkan lebih dari 150 personel.

SRTV-Persatuan Pasundan Jambi (PPJ) secara konsisten mengukuhkan perannya sebagai wadah pemersatu serta rumah besar bagi seluruh warga keturunan Sunda yang bermukim di Provinsi Jambi. Komitmen keberlanjutan budaya ini ditunjukkan melalui keterlibatan aktif PPJ dalam Pawai Budaya HUT ke-81 Republik Indonesia pada Selasa, 18 Agustus 2026, dengan mengerahkan lebih dari 150 personel dari berbagai elemen kebudayaan.

Rangkaian barisan yang diturunkan mencakup pengurus inti organisasi, kelompok ibu berkebaya merah putih, penari Jaipong, pertunjukan seni Singa Depok, tim musik pengiring, hingga pembawa struktur Jampana. Unsur utama dalam penampilan tersebut adalah keberadaan 3 tandu Jampana yang memuat tumpeng kemerdekaan, ragam sayur-mayur, serta hasil bumi palawija. Dalam tradisi Pasundan, Jampana merupakan kearifan lokal berupa tandu penampung hidangan dan hasil panen yang mengekspresikan rasa syukur sekaligus wujud nyata partisipasi PPJ terhadap agenda strategis nasional terkait penguatan kemandirian dan ketahanan pangan.

Secara filosofis dan keorganisasian, PPJ memosisikan diri secara terbuka tanpa membedakan daerah asal para anggotanya. Ketua Umum PPJ, H. Dedi Wardiman, yang didampingi Plt. Ketua Harian dr. Jaya, menegaskan jati diri lembaga tersebut.

"PPJ adalah rumah besar untuk seluruh warga Jambi keturunan Sunda. Tanpa melihat dari daerah mana berasal, selama masih memiliki getih Sunda, maka dialah keluarga besar PPJ," tegas H. Dedi Wardiman.

Prinsip inklusif tersebut bertujuan untuk menjaga tali silaturahmi, melestarikan nilai-nilai kebudayaan lokal, serta mendorong kontribusi aktif warga keturunan Sunda bagi pembangunan daerah Jambi.

Rekam Jejak Prestasi dan Keaktifan Organisasi

·         Juara 2 Kategori Gerak Jalan & Seni Budaya: HUT RI ke-78 (Tahun 2023)

·         Juara 1 Kategori Gerak Jalan & Seni Budaya: HUT RI ke-79 (Tahun 2024)

·         Kiprah Sosial & Bermasyarakat: Aktif berpartisipasi dalam agenda kenegaraan, kegiatan keagamaan, serta program bakti sosial.

Serangkaian acara puncak ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang didampingi oleh Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Wakapolda, Danrem, beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini diakhiri dengan penegasan falsafah hidup Sunda: "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Di mana timbilang dicacak, di situ tanaman tumbuh" sebuah prinsip adaptasi dan penghormatan terhadap lingkungan tempat bermukim.

SRTV Jambi

Recent Articles

Popular Articles