Menjaga Benteng Imun di Tengah Kepungan Asap: Panduan Gizi Lengkap Saat Bencana Karhutla Bersama dr. Sriyani Sp.GK, MARS

Terkini 08 Sep 2026 22:48 4 min read 11 views By Johan

Share berita ini

Menjaga Benteng Imun di Tengah Kepungan Asap: Panduan Gizi Lengkap Saat Bencana Karhutla Bersama dr. Sriyani Sp.GK, MARS
SRTV Jambi- dr. Sriyani, Sp.GK, MARS, dokter spesialis gizi klinis yang bertugas di RS Teresia, RS dr. Bratanata, dan RS Mitra Kota Jambi. Lulusan FK Atma Jaya Jakarta (2008), Spesialis Gizi Klinis UNDIP (2018), serta Magister Manajemen Rumah Sakit UEU Jakarta (2024).

Jambi-Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bukan sekadar ancaman bagi jarak pandang dan saluran pernapasan. Lebih dari itu, paparan racun partikel debu serta asap tebal yang dihirup setiap hari mengancam sistem kekebalan tubuh, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Untuk mengupas tuntas strategi perlindungan tubuh melalui asupan gizi, kami berdiskusi dengan dr. Sriyani, Sp.GK, MARS, dokter spesialis gizi klinis yang bertugas di RS Teresia, RS dr. Bratanata, dan RS Mitra Kota Jambi. Lulusan FK Atma Jaya Jakarta (2008), Spesialis Gizi Klinis UNDIP (2018), serta Magister Manajemen Rumah Sakit UEU Jakarta (2024) ini membagikan panduan praktis agar masyarakat tetap sehat di tengah krisis kualitas udara.

 

Antioksidan: Perisai Tubuh Melawan Racun Asap

Paparan asap karhutla membawa radikal bebas yang berpotensi memicu peradangan pada saluran pernapasan. Dokter Sriyani menegaskan pentingnya asupan antioksidan untuk meredam dampak buruk ini.

"Antioksidan bersifat menekan peradangan. Vitamin C, E, dan A memiliki peran vital sebagai antioksidan dengan melawan radikal bebas yang bersifat racun dari asap kebakaran," jelas dr. Sriyani.

Untuk menekan peradangan, terutama pada remaja, masyarakat dianjurkan rutin menyajikan buah dan sayur berwarna cerah, terutama yang memiliki sumber vitamin. Sumber Vitamin A, C, dan E: Buah dan sayur berwarna merah dan jingga seperti tomat, wortel, pepaya, jeruk, dan buah naga. Tips Penyajian: Berikan secara bergantian setiap hari agar anak tidak merasa bosan.

 

Kebersihan Pangan dan Air di Tengah Debu Pekat

Bencana karhutla meningkatkan risiko kontaminasi partikel debu dan sisa pembakaran pada bahan makanan serta sumber air. Oleh karena itu, aspek higiene menjadi kunci utama.

1. Keamanan Air Bersih

Dokter Sriyani mengimbau warga untuk sangat memperhatikan sumber air bersih. Pastikan air dimasak hingga benar-benar mendidih sebelum dikonsumsi agar terhindar dari kontaminasi kuman.

2. Olah Bahan Makanan dengan Benar

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan maupun menyantap makanan.

a.      Teknik Pencucian: Bahan makanan harus dicuci di bawah air mengalir, lalu direndam selama 2–3 menit agar partikel debu yang menempel terlepas sempurna.

b.      Penyimpanan: Selalu tutup wadah makanan dengan rapat agar tidak terpapar kabut asap.

3. Pengolahan Bahan Pangan Simpanan

Jika menggunakan bahan pangan simpanan (kaleng atau makanan kering) selama masa tanggap darurat, cermati kondisi kemasannya.

"Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan pastikan kemasan tidak rusak agar makanan tidak terkontaminasi bakteri atau zat toksik beracun," tegasnya.

 

Pantangan Makanan Saat Udara Memburuk

Guna mencegah iritasi tenggorokan yang semakin parah akibat paparan asap, dr. Sriyani menyarankan untuk menghindari beberapa jenis makanan dan minuman berikut:

a.  Makanan atau minuman yang terlalu dingin.

b.  Makanan atau minuman yang terlalu manis.

c.  Makanan yang terlalu asam.

Ketiga jenis asupan ini dapat memicu reaksi sensitif dan memperberat peradangan pada tenggorokan.

 

7 Tips Praktis Menjaga Kesehatan Gizi Saat Karhutla

Sebagai panduan harian, berikut resep hidup sehat dari dr. Sriyani untuk keluarga di daerah terdampak karhutla:

1.        Penuhi Piring Makanku dengan Gizi Seimbang: Pastikan kebutuhan karbohidrat, protein, serta sayur dan buah terpenuhi saban hari.

2.        Wajibkan Asupan Protein Hewani: Protein dibutuhkan untuk membentuk sel-sel imunitas. Selalu hadirkan telur, ikan, ayam, daging, atau susu di piring makan.

3.        Konsumsi Buah 1–2 Porsi Per Hari: Manfaatkan buah-buahan lokal yang mudah didapat seperti pepaya, jeruk, pisang, dan buah naga untuk mencukupi kebutuhan vitamin harian.

4.        Cukupi Cairan Tubuh: Minum air putih sebanyak 8–10 gelas per hari untuk menjaga kelembapan saluran napas dan membantu metabolisme.

5.        Tetap Aktif Secara Indoor: Tetap ajak anak berolahraga di dalam rumah (seperti senam atau lompat tali) agar terhindar dari risiko kegemukan selama pembatasan aktivitas luar.

6.        Batasi Aktivitas di Luar Rumah: Hindari keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.

7.        Disiplin Menggunakan Masker: Selalu kenakan masker saat harus berada di luar ruangan untuk menyaring partikel debu dan asap.

SRTV Jambi