Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Kegiatan Ekonomi, Penerbangan hingga Logistik Terdampak

Ekonomi 07 Sep 2026 14:40 3 min read 2 views By Ivo

Share berita ini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Ganggu Kegiatan Ekonomi, Penerbangan hingga Logistik Terdampak
SRTV Jambi- Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada aktivitas ekonomi, terutama sektor penerbangan. Kondisi tersebut memicu penutupan sementara sejumlah bandara dan membuat Garuda Indonesia membatalkan penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung.

JAKARTA –Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tak hanya mengganggu aktivitas penerbangan, tetapi juga berpotensi menghambat kegiatan ekonomi di sejumlah wilayah. Mobilitas masyarakat, perjalanan bisnis, distribusi barang, hingga aktivitas sektor pariwisata ikut menghadapi dampak akibat penutupan sementara sejumlah bandara.

Gangguan tersebut terjadi setelah sebaran abu vulkanik memengaruhi operasional penerbangan. Sejumlah bandara yang terdampak yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, dan Bandara Radin Inten II di Lampung.

Kondisi ini membuat Garuda Indonesia membatalkan seluruh penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung yang dijadwalkan hingga Senin (7/9/2026) pukul 12.00 WIB.

“Seluruh penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Jakarta, Bandung, serta Lampung yang terjadwal hingga 7 September 2026 pukul 12.00 WIB dibatalkan,” demikian keterangan Garuda Indonesia melalui akun Instagram resminya, Senin (7/9/2026).

Gangguan transportasi udara berpotensi memberikan efek domino terhadap berbagai kegiatan ekonomi. Ketika penerbangan berhenti, mobilitas pelaku usaha, pekerja, wisatawan, hingga distribusi barang ikut terdampak.

Pelaku bisnis yang memiliki agenda perjalanan ke Jakarta, Bandung, maupun Lampung harus menunda atau mengubah jadwal perjalanan. Kondisi serupa dapat terjadi pada kegiatan pertemuan bisnis, distribusi tenaga kerja, hingga berbagai aktivitas perusahaan yang membutuhkan konektivitas antarkota.

Dampaknya juga dapat dirasakan sektor logistik. Barang yang biasanya dikirim melalui jalur udara berpotensi mengalami keterlambatan apabila penerbangan tidak dapat beroperasi secara normal. Semakin lama gangguan berlangsung, semakin besar pula potensi tekanan terhadap kegiatan usaha yang bergantung pada kelancaran transportasi udara.

Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang berpotensi ikut terdampak. Pembatalan penerbangan dapat membuat wisatawan menunda perjalanan, yang kemudian berpengaruh terhadap tingkat kunjungan dan belanja masyarakat di daerah tujuan.

Efeknya dapat menjalar ke sektor perhotelan, restoran, transportasi darat, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan pendapatan dari kedatangan wisatawan.

Usaha yang berada di sekitar bandara juga berpotensi mengalami penurunan aktivitas apabila jumlah penumpang berkurang. Mulai dari transportasi menuju bandara, jasa perjalanan, hingga usaha makanan dan minuman dapat merasakan dampaknya.

Meski demikian, besarnya dampak ekonomi belum dapat dipastikan. Kondisi tersebut sangat bergantung pada durasi gangguan penerbangan, jumlah penerbangan yang dibatalkan, serta seberapa cepat operasional bandara kembali normal.

Garuda Indonesia menyampaikan penerbangan yang dijadwalkan setelah pukul 12.00 WIB pada Senin (7/9/2026) akan kembali dilayani secara bertahap. Namun, penerbangan hanya akan dioperasikan setelah masing-masing bandara dinyatakan aman dan dapat kembali beroperasi.

Garuda Indonesia menyatakan pengoperasian penerbangan akan terus menyesuaikan kondisi di lapangan, arahan otoritas terkait, serta pemenuhan seluruh persyaratan keselamatan penerbangan.

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada 6-7 September 2026 juga diminta memeriksa status penerbangan secara berkala sebelum menuju bandara. Pengecekan dapat dilakukan melalui kanal pemesanan tiket yang digunakan, media sosial resmi Garuda Indonesia, maupun Contact Center Garuda Indonesia di 0804 1 807 807 atau 021 2351 9999.

Bagi penumpang yang penerbangannya terdampak, Garuda Indonesia menyediakan pilihan perubahan jadwal perjalanan maupun pengembalian dana penuh atau full refund sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila penerbangan Anda terdampak, kami siap membantu Anda memperoleh opsi perubahan jadwal perjalanan atau prosedur full refund sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis Garuda Indonesia.

Gangguan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan pentingnya konektivitas transportasi bagi aktivitas ekonomi. Tidak hanya maskapai dan penumpang yang terdampak, gangguan penerbangan juga dapat merambat ke rantai bisnis yang lebih luas.

Jika operasional bandara dapat kembali normal dalam waktu singkat, dampak ekonomi diharapkan dapat ditekan. Namun, apabila gangguan berlangsung lebih lama, potensi tekanan terhadap pariwisata, perdagangan, logistik, dan berbagai usaha yang bergantung pada mobilitas masyarakat akan semakin besar.

SRTV Jambi