Atlet Asal SD Xaverius 1 Jambi, Sabet Dua Gelar di Kejuaraan Wushu Wilayah Sumatera 2026

Olahraga 10 Sep 2026 14:31 3 min read 23 views By bembenk

Share berita ini

Atlet Asal SD Xaverius 1 Jambi, Sabet Dua Gelar di Kejuaraan Wushu Wilayah Sumatera 2026
SRTV Jambi- Bramantio Benedict Adiwidodo Malau siswa kelas IV SD Xaverius 1 Kota Jambi ini sukses memboyong dua gelar juara sekaligus pada ajang Kejuaraan Wushu Wilayah Sumatera 2026 yang berlangsung di Medan.

JAMBI-Prestasi membanggakan ditorehkan oleh atlet wushu cilik asal Jambi, Bramantio Benedict Adiwidodo Malau. Siswa kelas IV SD Xaverius 1 Kota Jambi ini sukses memboyong dua gelar juara sekaligus pada ajang Kejuaraan Wushu Wilayah Sumatera 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatra Utara, pada 2 hingga 7 September 2026.

Bocah berusia sembilan tahun yang akrab disapa Bram ini tampil gemilang di kategori Level C. Ia berhasil menyabet gelar Runner Up 2 pada nomor Jurus Tangan Kosong (Chuji Na Quan) serta keluar sebagai Juara 3 pada nomor Jurus Alat Toya atau kayu (Chuji Nan Gun).

 

Persaingan dalam kejuaraan regional ini tergolong sangat ketat karena turut diikuti oleh atlet-atlet tangguh dari berbagai daerah, termasuk kehadiran atlet wushu asal Malaysia yang mendominasi posisi puncak di nomor tersebut, serta tuan rumah asal Medan di posisi Runner Up 1.

Taklukkan Tantangan Kenaikan Kelompok dan Jurus Baru

Di balik kesuksesannya berdiri di atas podium, perjalanan Bram menuju Medan tidaklah instan. Ia bersama kontingen Provinsi Jambi yang berkekuatan 30 orang terdiri dari 28 atlet pilihan dan 2 pelatih telah bertolak ke Medan sejak 31 Agustus 2026.

Bram mengakui bahwa turnamen kali ini menghadirkan tantangan tersendiri yang menguras energi, baik secara fisik maupun mental. Tahun ini, ia harus menghadapi transisi kenaikan kelompok umur dari Kelompok D ke Kelompok C (usia 9–11 tahun, kelahiran 2015–2017).

 

Selain itu, ia juga dihadapkan pada materi jurus baru yang baru dipelajarinya dalam beberapa bulan terakhir, yakni jurus Chuji Nan Quan yang mulai dipelajari sejak Mei, serta jurus senjata toya (Chuji Nan Gun) yang baru dikuasainya menjelang kejuaraan.

"Hal yang paling menguras energi adalah peningkatan intensitas latihan fisik, mulai dari daya tahan hingga kekuatan, serta penyempurnaan detail koreografi jurus (Taolu). Kami harus berlatih lima kali dalam seminggu selama kurang lebih dua bulan demi memastikan stamina tetap prima," ujar Bram.

Buah Manis Konsistensi dan Dukungan Keluarga

Lahir di Jambi pada 21 Juni 2017, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sihol Malau dan Nova Hartati Munthe ini telah menunjukkan ketertarikan kuat pada wushu sejak duduk di bangku kelas 1 SD. Konsistensi berlatih yang dijalani Bram mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

Bagi Bram, yang menjadikan turnamen ini sebagai pengalaman keempatnya, bisa berdiri di podium wilayah Sumatera di tengah ketatnya persaingan dengan atlet internasional merupakan sebuah kehormatan besar.

"Rasanya sangat luar biasa dan penuh rasa syukur. Bisa berdiri di podium membawa nama daerah adalah buah dari kerja keras. Meskipun berada di peringkat ketiga, hasil ini menjadi motivasi besar bagi saya," ungkapnya.

Ke depan, pemegang sabuk dan jurus andalan ini telah memasang target baru untuk bisa melangkah ke ajang Kejuaraan Nasional Junior Wushu. Ia pun berpesan kepada anak-anak muda lainnya agar tidak pernah takut gagal.

"Jangan pernah takut gagal dan nikmati setiap proses latihan yang berat. Wushu bukan hanya soal kekuatan fisik, tapi soal disiplin, konsistensi, dan mental yang tidak mudah menyerah. Jaga rasa hormat kepada pelatih dan tetaplah membumi," pungkasnya.

SRTV Jambi